Hidup dari keluarga sederhana, yang menjalani kehidupan pas ada hari itu, di gunakan untuk hari itu juga. Bahkan untuk besok belum terbayang akan seperti apa. Dimana bapak bergelut setiap hari menentang panas dan hujan, tidak sedikit kulit bapak yang terluka terkena satu materi.
Walaupun dari keluarga sederhana, bapak dan mamak berkeinginan anak-anaknya agar bisa bersekolah sampai jenjang yang tinggi. Walau pada kenyataan akhirnya, ada diantara kami yang mengalami kendala. Tetap keinginan itu tak pernah surut dari hati keduanya.
Mamak bertindak sebagai ibu yang tangguh, di kondisi apapun tidak banyak mengeluh, dengan setia mendampingi bapak dalam mengarungi hidup. Berapa nafkah yang bapak berikan setiap harinya, mamak usahakan untuk disisipkan sebagai simpanan disaat diperlukan.
Masa pendidikan dasar anak-anak sudah dilewati, hingga sampai akhirnya aku menjelang pendidikan tinggi. Dimana saat itu usaha yang sedang bapak geluti mulai menurun, mendekati juga masa krisis tahun 98 yang lalu. Disinilah segala yang di 'sisipkan' mama di masa lalu bisa bemanfaat. Hingga selesailah masaku dalam menempuh pendidikan tinggi. Aku bisa merasakan kebahagiaan mamak dan bapak yang tidak secara langsung diungkapkan, semua tercermin dari raut wajah kedua orang tuaku itu.
Waktu berlalu, hingga tiba waktunya bapak dipanggil Yang Maha Kuasa, mamak tetap tegar dan semangat. Walaupun aku tahu pasti ada rasa gamang yang terpendam di dasar hatinya..
Dengan segala romantika kehidupan, aku berharap dan selalu berdo'a, mamak senantiasa bahagia dan sehat di dalam membersamai kami, anak dan cucunya. Meski kami belum bisa membahagiakan mamak secara penuh.
Tiada harta yang bisa membalas jasa, tiada kata yang bisa mewakilkan rasa.
I Love You Mak!!
Love you till jannah 💜
_Special present to my moms_
